Sabtu, 29 September 2012

Unduh Ebook Motivasi


Di bawah ini kami sajikan link ebook tentang motivasi yang dapat anda unduh. Ebook ini kami kumpulkan dari beberapa sumber, sebagian ada yang berekstensi exe (digibook) dan sebagian lagi berformat pdf dan chm. Insya Alloh buku ini akan dapat memberikan bekal motivasi kepada anda, terutama bagi anda yang ingin atau kini tengah terjun di dunia bisnis. Nama-nama seperti Mario Teguh, Ippho Santosa, Tung Desem Waringin, Napoleon Hill sudah tidak asing lagi bagi kalangan pebisnis di negeri kita. Maklum mereka dikenal sebagai motivator handal yang sukses menginspirasi banyak orang. Nah, sebagian buku yang tersaji di bawah merupakan karya mereka. Terakhir, sebagai penyempurna, motivasi saja tidaklah cukup. Anda perlu mengetahui kunci apa saja yang dapat memudahkan rezeki anda mengalir. Sebab rezeki merupakan pemberian Alloh, maka anda perlu mengetahui upaya apa saja yang akan membuat rezeki anda diberkahi. Untuk itu anda perlu membaca buku karya Dr Fadhl Ilahi Kunci-kunci Rezeki. Selamat membaca.

7 keajaiban rezeki bisa diunduh di sini atau di sini  
23 kiat hidup bahagia chm unduh di sini
24 ilmu para milyader unduh di sini
50 cara cerdas memanfaatkan waktu ambil di sini
Kumpulan artikel motivasi dan pengembangan diri silahkan unduh di sini
Kata-kata inspiratif Mario Teguh yang mau silahkan unduh di sini
Menjadi kaya lahir batin unduh di sini
Spiritual Capital silahkan diambil di sini atau di sini
Sukses bebas finansial silahkan ambil di sini
The Intelligent Investor silahkan unduh di sini atau di sini
Kumpulan esei inspiratif unduh di sini
Berfikir benar berfikir positif unduh di sini
Berfikir dan menjadi kaya (Think and Grow Rich) unduh disini
Kumpulan syair penggugah jiwa  unduh di sini
Dari tidak bisa menjadi bisa silahkan diunduh di sini
Kunci-Kunci Rezeki bisa diambil di sini

Rabu, 26 September 2012

Penyebab Sakit Karena Kita Sendiri


Sehat itu mahal harganya, apabila tubuh kita ini sehat maka kehidupan kita disadari atau tidak insya Alloh senantiasa merasa tenang, senang, lapang dan beraktifitas dengan maksimal. Akan tetapi sebaliknya bila tubuh kita tidak sehat dapat dipastikan kegiatan akan terhambat, tidak bersemangat, mudah sekali emosi atau tersinggung sehingga hari-hari akan kita lalui dengan suram.

Seperti yang kita tahu khususnya sebagai muslim kita sering mendengar ungkapkan yang diambil dari Al Qur’an maupun hadits nabi bahwa “Al-Qur’an adalah penyembuh segala penyakit” dan “Tidak akan berubah nasib suatu kaum apabila kaum itu tidak mau merubahnya”.

Berbagai cara digali, dikelola dan diklaim berasal dari Al-Qur’an untuk mengupayakan kesembuhan penyakit. Mulai dari membaca satu atau beberapa ayat hingga sekian puluh, ratus bahkan ribuan kali; menuliskan ayat di atas selembar kertas lalu dibakar, abunya dimasukkan kedalam air dan diminum; hingga doa-doa khusus yang dibaca agar penyakit bisa berpindah ke tubuh hewan.

Belum lagi yang berikhtiar harus ke --maaf-- dukun, melakukan ritual-ritual khusus mohon kesembuhan, pergi kedokter mulai dari dokter umum hingga yang sudah bergelar professor, meminum obat-obatan hingga operasi sampai keluar negeri dengan biaya yang selangit. Pertanyaannya adalah apakah semua itu benar? Apakah semua itu pasti berhasil?

Wallohu alam pada kenyataannya banyak yang berakhir di ritual-ritual sesat atau berakhir di meja operasi, naudzubillahi min dzalik

Semua adalah ikhtiar, semua adalah usaha agar kita menjadi sembuh dan sehat, asal tidak bertentangan dengan ajaran agama insya Alloh hal itu sah-sah saja. Tapi sebenarnya tahukah kita bahwa segala penyakit itu datangnya dari diri kita? Bukan berasal virus, kuman bakteri, nyamuk, mutasi sel dan sebagainya. Memang ketika kita sakit ketika diteliti ada yang namanya virus, kuman, bakteri yang merajalela didalam tubuh kita tapi itu bukanlah sebab itu hanya akibat !!

Ya… semua yang diklaim sebagai sebab sakit sebetulnya adalah akibat dari perbuatan kita sendiri, tingkahlaku kita sehari-hari yang kurang terpuji di hadapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Di mana perilaku yang kurang terpuji tersebut (baca: akhlak yang kurang baik) menjadikan malaikat Atid terus mencatat dan mencatat serta melaporkannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dimana sudah berjalan bertahun-tahun bahkan mungkin juga sudah berbelas bahkan berpuluh tahun sehingga akhirnya Allah menurunkan suatu musibah berupa penyakit sebagai pengingat kita umatNya agar segera kembali kejalanNya. Hal ini mungkin luput dari perhatian kita semua, tapi hal itu terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah berabad-abad lalu diturunkan, dan sudah dijamin keabsahannya dan kebenarannya serta tak terbantahkan hingga akhir jaman bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang menjamin.

Coba kita renungkan ayat-ayat berikut, mari kita baca satu-persatu dengan pelan, teliti dan arif. “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu. Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah. “ (QS: As-Syuura 42 :30-31)

Nah…sudah jelas di sini bahwa apapun musibah itu yang menimpa kita adalah awalnya karena perbuatan kita sendiri, karena kesalahan-kesalahan kita sendiri, karena dosa-dosa kita sendiri, astaghfirulloh...
Apakah memang benar seperti itu hanya karena dosa dan kesalahan kita saja dan bukan seperti apa yang sudah kita yakini selama ini bahwa penyakit datangnya dari virus, kuman bakteri, pemanasan global, lapizan ozon dan sederet alasan ilmiah lain???? Jawabannya adalah benar!!!

Mengapa terlihat sederhana sekali?? Mengapa hanya karena dosa dan kesalahan kita lalu tiba-tiba kita bisa menderita suatu penyakit bahkan hingga yang parah sekalipun?? Sebenarnya tidak sesederhana itu. Pada ayat di atas Alloh sudah menerangkan bahwa dosa dan kesalahan kita banyak sekali yang diampuni olehNya. Karena kita sendiripun tidak akan sadar bahkan mungkin tidak bisa menghitung dosa kita setiap harinya. Dosa dan kesalahan itu kita kerjakan terus menerus dari hari kehari, bulan ke bulan bahkan hingga berpuluh tahun, barulah Alloh akan menurunkan suatu musibah dalam hal ini penyakit semata-mata karena sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Dengan hukuman, sebagai peringatan, sebagai sentilan, sebagai jeweran bagi kita agar segera sadar bahwa kita memang banyak salah dan dosa agar kita segera mau kembali ke jalan Alloh (… dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah). Atau itu sebagai sarana penggugur dosa, yang jika dihadapi dengan sabar, kita akan menghadap Alloh bak seorang bayi yang baru lahir. 

Sudah jelas disini disebutkan kata-kata “pelindung dan penolong’ berarti kalau kita mau selamat dari musibah, kalau kita mau sembuh dari penyakit maka kita harus kembali kepada pelindung dan penolong kita yaitu Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Hal ini juga akan diperjelas lagi oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala melalui firmanNya yang lain yang berbunyi: “Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. “ (QS: An-Nissa  4 :111)

Semoga ini bisa menjadi bahan renungan buat kita semua dan kami khususnya dan bisa bermanfaat bagi diri kita pribadi dan orang lain (bila kita mau menyampaikannya), juga bagi keluarga kita.  Semoga dengan sekelumit bahasan ini bisa membantu kita semua agar bersegera kembali, bersegera meminta ampunan dan perlindungan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Dan jika ada kebenaran yang tertuang di artikel ini semata-mata itu hanyalah karena Rahmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan jika ada kesalahan yang tertuang semata-mata dikarenakan kekhilafan kami sebagai manusia yang penuh salah dan dosa.